TAHAP PERTAMA MENUJU KEBEBASAN FINANSIAL

Kata financial freedom alias kebebasan finansial adalah idaman semua orang.


Sering banget begitu mendengarnya kita langsung membayangkan ‘setiap hari liburan di pulau tropis tanpa mikirin uang’.

Padahal cara kerjanya nggak seperti itu.

TAHAP PERTAMA MENUJU KEBEBASAN FINANSIAL

Kebebasan finansial itu kita capai dengan bertahap.

Liburan setiap hari di pulau tropis, atau di surga wisata tanpa beban buat mikirin uang adalah tahap tertinggi dari kebebasan finansial, yang biasanya hanya dijalani oleh sosialita.

Percaya deh kalo kita mulai dari bawah, susah payah nyari uang dan berhasil nambahin nilai uang kita, maka pensiun bukanlah hal yang kita mau.

Kenapa? Karena kita bisa bikin uang di setiap detik kita hidup. Kenapa berhenti sekarang?

Bisa kita lihat kok, orang-orang kaya yang nggak pernah berhenti untuk menambah nilai uangnya.

Ada nggak yang pensiun karena bilang ‘uangnya sudah cukup’?

Contoh saja konglomerat dunia, adakah dari mereka yang pensiun dini untuk hidup nyantai-nyantai?

No! Mereka akan terus berpikir untuk nambahin nilai uang mereka sampai mereka mati.

Yang hidup nyantai dan menikmati hidup adalah anak-anak mereka, yang sejak lahir sudah hidup senang dan nggak ngerti ‘susah’ dalam hidup.

Karena nggak ngerti susah, yang mereka mengerti adalah hidup senang dan meneruskan gaya hidup jetset-nya.

 

Jadi apa itu kebebasan finansial?

Jadi, ngomongin financial freedom, bukanlah ngomongin tentang pensiun dini dalam kondisi kaya raya.

Karena saat kita telah kaya, kita telah mampu menghasilkan uang yang cukup, maka berhenti bukanlah opsi yang akan kita pilih.

Ada satu karakter yang kita miliki sedari dulu, yaitu serakah. Kalo bisa bikin uang 1 juta per hari, maka kita pengen bikin uang 2 juta per hari.

Begitu terus tanpa ada habisnya. Dan itu bukanlah hal yang salah.

Having much more money is better than having enough money.

Di momen ini, wartadana akan ngomong soal tahapan pertama menuju kebebasan finansial.

Dalam tahap pertama ini ada 5 kondisi yang mesti kita penuhi untuk ngomong kalo ‘saya sudah melangkah 1 tahap dalam mengejar kebebasan finansial’.

 

1. Bebas Hutang

Untuk kebebasan finansial saat ini.

Hutang adalah pembunuh berdarah dingin. Disadari atau nggak, dengan berhutang hampir setengah dari hidup kita didekasikan untuk ‘hutang’ tersebut.

Ngerasa nggak demikian?

Karena dengan berhutang, setiap kali gajian yang pertama kali kita bayar adalah hutang.

Kalo ngutang, saat kepepet uang yang pertama kali dipikirkan adalah ‘Duh, kemana cari uang buat bayar hutang?’.

Kalo lagi kepengen beli barang, yang pertama kali teringat adalah ‘Duh, hutang kemarin kan belum lunas.’

TAHAP PERTAMA KEBEBASAN FINANSIAL

sumber : pinterest.com

Apapun yang kita mau lakukan, hutang selalu ada di kepala kita. Capek loh hidup demikian. Karna kerja keras ataupun kerja sampai capek juga bukan kita yang nikmati.

BACA JUGA : 5 MINDSET UNTUK MEMBEBASKAN DIRI DARI HUTANG

Coba balikin kondisinya, sewaktu kita sudah lunasi semua hutang-hutang.

Bebas hutang artinya kita nggak punya kewajiban kepada pihak lain. Yang sekaligus diartikan semua penghasilan yang kita terima dapat digunakan untuk diri sendiri.

Menyenangkan bukan?

Dengan bebas hutang, kita bisa lebih leluasa untuk mengelola keuangan. Apapun yang kita mau, atau kita butuhkan dapat kita penuhi.

Fokus kita hanya keinginan atau kebutuhan sendiri saja.

Uang yang kita punya hanya untuk kita, entah itu buat bantuin orang tua, buat bayar sumbangan, buat jajan, buat nabung, buat jalan-jalan. Apapun.

 

2. Pengeluaran Terkontrol

Untuk kebebasan finansial saat ini.

Jarang saya ketemu perempuan yang nggak banyak maunya. Jarang banget. Hampir semua perempuan banyak maunya.

Dan sedihnya yang perempuan-perempuan ini inginkan adalah sesuatu yang ngabisin nilai uang mereka.

Contoh : kepengen punya baju-baju baru, kepengen beli kosmetik terbaru keluaran brand Amerika, kepengen beli tas designer, kepengen ganti ke Iphone X, kepengen manicure, kepengen eyelash extension, kepengen beli sepatu sport yang harganya jutaan dan banyak lagi.

TAHAP PERTAMA KEBEBASAN FINANSIAL

sumber : i.pinimg.com

Kenapa saya nggak bilang diri saya sendiri banyak maunya? Karena emang saya nggak doyan hal-hal demikian.

Bukan saya cuek dengan penampilan. tapi saya sangat suka uang dan memutuskan untuk membeli pakaian dengan harga terjangkau.

Dan saya suka yang sederhana dan nggak ribet-ribet. Makanya saya bisa nyimpan uang yang lumayan dari menghemat soal keinginan-keinginan saya.

Nggak, saya bukan pamer di sini, buat apa? Saya hanya mau ngasih tau, kalo kamu bisa melakukan hal yang sama, kamu juga bisa menghemat banyak uang.

BELI SEGALA MACAM HAL

sumber : memegenerator.net

Akhir bulan lalu, saya jumpa dengan seorang teman lama, yang bekerja di Jakarta dan mampu mencicil sebuah apartemen.

Satu hal yang saya ingat dari dia adalah betapa polos dan sederhana penampilannya.

Dia nggak pake make up mahal, antara Grab dan Gojek saja dia sibuk bandingin mana harga termurah, makan di tempat yang ada cashback dari Ovo dan apa saja yang bisa nyimpan uang dia lakukan.

Tapi nggak, dia nggak pelit. Dia banyak traktir saya dalam setiap kesempatan. Dia nunjukin ke saya bahwa bisa kok kita menyimpan alias berhemat tanpa bersikap pelit.

Saya tahu pekerjaannya bagus dan penghasilannya lumayan. Tapi dia tinggal di Jakarta.

Kalo nggak pandai mengontrol diri dan pengeluaran, kebanyakan orang akan hidup dengan skema ‘paycheck to paycheck’. Hidup dari satu gajian ke gajian lainnya.

 

Mind Appetite

Yang saya mau garis bawahi dari pengalaman saya dan pertemuan dengan teman lama ini, adalah kita akan selalu punya kebutuhan dan keinginan.

Tapi kita punya pilihan mau ngikutin kebutuhan-keinginan tersebut, mau nyari pengganti yang lebih murah, atau nggak ngikutin kebutuhan-keinginan tersebut.

BACA JUGA : 7 PERTANYAAN BAGI DIRI SENDIRI SEWAKTU KEBELET BELANJA

Untuk bisa menyisihkan uang dan nggak terbawa arus, maka nggak mengikuti kebutuhan-keinginan tersebut adalah hal yang tepat.

Coba deh nggak ngasih kepuasan buat diri sendiri dengan cara membeli barang yang dia mau.

TAHAP PERTAMA KEBEBASAN FINANSIAL

sumber : pinterest.com

Saya percaya sama akan keberadaan appetite alias selera. Pikiran kita juga punya selera. Mind appetite.

Perihal appetite ini, yang menarik adalah begitu kita penuhi sekali dia akan mau lagi. Apapun yang pikiran kita mau, kalo kita penuhi dia akan minta lebih.

Tapi kalo kita bersedia berkorban, nggak ngasih apa yang dia mau, we beat it. Lain kali keinginan pikiran akan berkurang dengan sendirinya.

Ya, saya paham ini terdengar konyol. Tapi coba deh.

Disclaimer : apapun yang saya tulis di wartadana, walopun kadang nggak masuk akal sama sekali, semuanya sudah saya coba dalam hidup saya sendiri.

Dan berhasil. Makanya saya berani share.

Saya juga nggak kepengen share sesuatu yang akan menghancurkan hidup orang lain.

 

3. Punya Dana Darurat

Untuk kebebasan finansial jangka pendek.

Hayo! Siapa dari kita yang punya dana darurat dalam jumlah yang memadai?

Jumlah yang memadai ini adalah seenggaknya 6 kali dari biaya hidup kita saat ini.

Siapa yang sudah mulai menyisihkan dana darurat tersebut?

TAHAP PERTAMA KEBEBASAN FINANSIAL

sumber : memegenerator.net

Banyak yang bilang kalo dana darurat itu adalah konsep Barat yang nggak terlalu ngaruh di budaya kita.

Makanya nggak banyak orang menerapkan fungsinya dalam pengelolaan keuangan mereka. Padahal menurut saya pandangan seperti ini salah.

Dana darurat adalah persiapan kita menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.

Nggak berarti kita hidup dengan pesimis dan khawatir bahwa akan selalu terjadi hal buruk di masa depan. Tetapi kita bersiap. Artinya apapun yang terjadi kita bisa siap.

Ya, tapi gaji saya aja nggak cukup buat sekarang, apalagi buat mikirin masa depan?

TAHAP PERTAMA KEBEBASAN FINANSIAL

sumber : pinterest.com

Justru itu teman!

Kalo gaji kita yang sudah pasti kita terima hari ini masih nggak mencukupi, bayangin kalo sewaktu-waktu kita kehilangan sumber penghasilan tersebut!

Artinya bukan nggak cukup saja, tapi kritis dan mungkin mesti hidup seperti parasit, atau ngutang dan hidup di bawah garis kemiskinan.

Mau demikian? Saya nggak bermaksud nakut-nakutin, saya hanya ngomongin kemungkinan yang akan terjadi kalo kita nggak punya dana darurat.

Sehingga dana darurat pantasnya menjadi bagian dari rencana keuangan kita.

Konsepnya di sini adalah disisihkan sebagai cadangan jika ‘sesuatu terjadi’. Okelah belum terjadi sesuatu, berarti uangnya akan jadi tabungan kita.

TAHAP PERTAMA KEBEBASAN FINANSIAL

sumber : memegenerator.net

Menurut saya nggak ada ruginya mencadangkan dana darurat dalam pengelolaan keuangan kita. Apalagi kalo kita cadangkan dari poin 2 (dari mengontrol pengeluaran kita sendiri).

Yang mau dijaga oleh dana darurat adalah ‘kemungkinan kita nggak memiliki penghasilan’.

Misalnya terjadi sesuatu dengan pekerjaan kita, setidaknya masih ada dana sebesar 6 bulan dari biaya hidup kita.

Dengan adanya cadangan selama 6 bulan, kita bisa dapetin nafas tambahan untuk nyari kerjaan yang baru.

6 bulan itu adalah waktu yang cukup untuk dapetin pekerjaan atau dapetin sumber penghasilan lainnya.

Dan karena memiliki pegangan di tangan, kita nggak perlu buru-buru mengambil pekerjaan biasa dengan gaji kecil.

Kita masih punya tambahan waktu untuk mencari pekerjaan dengan tawaran yang lebih baik.

 

4. Punya Tabungan hingga Investasi

Untuk kebebasan finansial jangka menengah.

Untuk perempuan muda yang belum berkeluarga, menurut saya minimal kita bisa sisihkan 30 % dari gaji sebagai tabungan.

Ya, minimal 30 %. Karna sebelum berkeluarga, mayoritas uang kita habis untuk diri kita sendiri, baik itu untuk belanja, having fun, bantuin keluarga atau sekedar jalan-jalan.

70 % dari penghasilan saya rasa memadai untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita.

Ingat ya, apapun rule of thumb yang ada di internet ataupun artikel di wartadana, semua itu kembali ke kita.

Idealnya memang 30 %, tapi kalo mampu 20 % juga nggak masalah. Asalkan benar-benar jadi tabungan. Tapi kalo kita mampu simpan hingga 70 % akan lebih baik lagi.

BACA JUGA : SEGALA HAL TENTANG MENABUNG

Yang jelas tabungan itu buat kita sendiri kok. Kita yang akan nikmati manfaatnya, bukan orang lain. Jadi kenapa enggan menyimpan lebih banyak?

TAHAP PERTAMA KEBEBASAN FINANSIAL

sumber : unbounce.com

Tabungan yang sudah matang, bisa kita kembangkan menjadi investasi. Karna investasi bisa dengan cepat menambah nilai simpanan, dibanding menyimpannya dengan deposito.

Hanya saja karena bisa cepat naik, investasi juga punya kemungkinan turun tajam dalam tempo yang singkat.

Kalo kita telah paham dan ngerti, barulah boleh investasi. Tapi kalo belum ngerti, simpanan konvensional juga sudah memadai.

Tabungan hanya memiliki satu aturan baku : disisihkan dengan teratur dan konsisten. Itu saja.

 

5. Punya Cadangan Dana Pensiun

Untuk kebebasan finansial jangka panjang.

Ya ampun!

Saya baru kerja setahun, setahun yang lalu baru tamat kuliah dan sudah mau mikirin uang pensiun? Yang benar saja!

Benar! Selagi muda kita mesti mikirin uang pensiun.

Setidaknya kita memilih bekerja di perusahaan yang sudah menaati aturan pemerintah soal dana pensiun.

Sekarang kan sudah ada dana pensiun dari BPJSTK yang imbal hasilnya lumayan banget, sekitar 7 % per tahun.

Angka 7 % ini jauh lebih besar dari deposito bank yang rate-nya 5 % ke bawah (per posisi artikel ditulis Mei 2018).

BACA JUGA : WAJIB TAHU – BPJS KETENAGAKERJAAN ONLINE

Kalo saat ini kita belum mampu menyisihkan uang dengan teratur untuk dana pensiun, setidaknya pastikan perusahaan tempat kita bekerja telah melakukannya.

Dari aturan BPJSTK, jumlah dana pensiun yang harus dibayarkan oleh perusahaan adalah 2 % dan oleh pekerja adalah 1 %.

Artinya ada 3 % dari penghasilan kita per bulan yang disimpan sebagai uang pensiun. Batas gaji tertinggi adalah Rp 8.094.000 per bulan.

Coba kalikan gaji kita saat ini, dikali 3 % per bulan, dikali 12 bulan per tahun.

Itu adalah jumlah simpanan hari tua yang belum kita sadari. Kalikan sampai usia kita 65 tahun (usia pensiun). Itulah jumlah dana pension saat kita telah mencapai usia pensiun.

TAHAP PERTAMA KEBEBASAN FINANSIAL

sumber : makeameme.org

Jangan bilang kalo hitungan ini muluk-muluk.

Masa depan itu akan datang, pensiun akan datang. Kita yang nggak siap akan kelabakan.

Dan 20 atau 30 atau 40 tahun bisa datang dengan cepat loh, kalo kita nggak punya persiapan.

Jika di kantor ada program dana pensiun, jangan mikir dua kali untuk mengikuti program tersebut.

Simpanan dana pensiun memang kecil, tapi jika dikumpulin teratur dalam jangka panjang manfaatnya lumayan.

Karena dengan angka yang kecil, kita nggak berasa nyimpan. Dan seringnya terkejut melihat si hasil akhir.

 

Bebas finansial yang bebas hidup

Semua dari kita pasti punya keinginan untuk bebas finansial, untuk hidup tanpa mikirin uang.

Ada yang ngambil jalan pintas dengan mencari pasangan kaya raya, dan ada yang lebih ekstrim lagi yaitu dengan jadi simpanan oom-oom kaya.

Apapun pilihan kita, jalani dengan penuh saja.

Saat ini kedua opsi di atas bukan pilihan saya.

Saya belom siap untuk bebas finansial tapi nggak bebas hidup. Maka yang saya kejar adalah bebas hidup sekaligus bebas finansial.

Untuk tujuan itu saya buatin artikel kali ini. Untuk membuka cara pikir perempuan-perempuan muda yang masih bingung mengenai financial freedom.

MEMILIH ASURANSI JIWA

sumber : memegenerator.net

Saya mengutip satu episode Tedtalk favorit saya :

Sedih sekaligus nyata, uang dan cara mengelola uang adalah ilmu paling penting dalam hidup kita. Tapi ilmu ini pula yang nggak diajarin di sekolah dan kampus.

Jadi, ilmu yang paling berharga ini cuman kita dapetin dari trial and error.

Hal yang paling penting ini MALAH kita dapetin dari coba-coba.

Dan nasihat finansial paling banter kita dapat dari orangtua kita atau saudara yang nggak juga punya pendidikan memadai perihal pengelolaan keuangan.

 

NONTON JUGA : ONE LIFE-CHANGING CLASS YOU NEVER TOOK – Alexa von Tobel

Mengutip kalimatnya, saya sadar bahwa kita mesti banyak belajar soal uang.

Walopun emang membosankan, bikin stres, bikin capek, ribet banget dan memuakkan sekali.

Tapi dapetin wawasan baru perihal uang, bikin kita lebih selektif dalam mengelola keuangan kita.

At least kalopun nggak jadi kaya, kita masih bisa capai yang namanya ‘kebebasan finansial’ .

Pekanbaru, 20 Mei 2018 15.15

PS : #girlsliftothergirlsup


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

TAHAP P…

oleh Charlina waktu membaca : 8 min
0
%d blogger menyukai ini: