MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI BAGI PEREMPUAN MUDA

Mengelola keuangan pribadi bagi perempuan muda?! Tanya kita dalam hati. Apa mungkin?!


Karena sebagai perempuan muda, berdamai dengan dompet tampak seperti mimpi belaka. Kepengennya sih uang tinggal dengan tenang di dalam dompet.

Tapi apa daya, iklan dan segala penglihatan di media sosial membuat kita harus selalu berkata ‘selamat tinggal’ pada lembar-lembar biru dan merah di dompet.

Mengelola Keuangan Pribadi bagi Perempuan Muda

PINTEREST.COM

Melarat lagi, melarat lagi.

Nah, satu dua tahun menjalani hidup seperti itu sih sah-sah saja. Toh, baru bekerja dan belajar mengatur keuangan sendiri. Pasti bisa kebablasan.

Karena beda banget ya rasanya mendapatkan jajan terbatas yang diatur-atur oleh orangtua, dengan gaji bulanan yang nilainya lebih dari jajan.

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini, ingin itu, banyak sekaliii…

Tapi masa sih mau dibiarin berkelanjutan? Masa sih harus selalu melarat setiap bulan? Masa sih menjadi fakir tabungan terus menerus?

Kita bersama pasti menjawab pertanyaan di atas dengan gelengan keras.

Karena semua dari kita kepengen punya uang yang cukup. Semua dari kita kepengen juga punya tabungan yang memadai. Siapa yang nggak mau, coba?

Dan pastinya kita bersama-sama sedang berupaya untuk mengatur keuangan pribadi.

Tujuannya  tentu saja agar masih mampu menabung, agar nggak melarat setiap akhir bulan.

 

Mengelola Keuangan Pribadi bagi Perempuan Muda

Bagi generasi millennials yang lagi dalam masa produktif seperti kita, penting banget untuk mengelola keuangan pribadi sejak awal. Kenapa?

Karena sebagai millennials, kita masing-masing punya satu karakter yang melekat dalam jiwa. Yaitu : keinginan untuk hidup bebas.

MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI PEREMPUAN MUDA

sumber : www.memegenerator.net

Bener nggak sih?

Kita kepingin bebas travelling kemana saja, kita kepingin bebas belanja apa saja, kita kepingin bisa menghasilkan uang tanpa terlalu banyak ikatan.

Dan yang paling kontroversial adalah kita kepingin nyobain segala hal yang mampu ditawarkan hidup ini.

Semua hal. Everything

Sah-sah saja! Apapun keinginan kita, nggak bisa dikotakkan dalam ‘benar’ atau ‘salah’.

Tapi nih, masalahnya terletak pada cara pemenuhan keinginan itu.

Kalo hidup pas-pasan, boro-boro mau memenuhi keinginan, nggak ngutang seumur hidup aja sudah prestasi besar.

Dan kalo sudah sampai di tahap demikian, gimana mau hidup bebas?

Jadi gimana dong?

Apa yang mesti kita lakukan bersama untuk mengubah pola hidup pas-pasan yang selama ini kita jalani? Bagaimana caranya mengubah cara kita mengelola keuangan?

Mengelola Keuangan Pribadi Bagi Perempuan Muda - What We Need To Know

Di momen kali ini, wartadana akan share 6 dasar pengelolaan keuangan, yang setiap dari kita wajib ketahui sewaktu belajar mengelola keuangan pribadi.

Disclaimer : Membaca tulisan-tulisan tentang pengelolaan keuangan pribadi memberi kita cara pandang yang baru.

Tanpa belajar lewat bacaan atau media apapun itu, mengelola keuangan pribadi itu sulit untuk diterapkan.

Karena dengan sistem otodidak, kita habisin terlalu banyak energi buat coba-coba, yang biasanya mesti dilakukan berkali-kali hingga menemukan titik yang tepat.

Nah, kalo sekarang sudah ada semacam cara pandang, semacam tips dan trik, semacam cara yang sudah berhasil dilakukan orang, kenapa kita nggak pelajari dari sana dan kembangkan sesuai dengan gaya kita?

 

1.   Apa sih tujuan finansialmu?

Punya tujuan adalah dasar dari setiap langkah yang kita buat. Bener nggak?

Misalnya nih kita kepengen upgrade smartphone, dari merk X ke merk I.

Untuk memenuhi keinginan ini, kita hitung kembali tabungan yang ada dibandingkan dengan harga smartphone incaran.

Setelah tahu angkanya, baru didapatkan nilai tabungan bulanan yang mesti kita simpan selama berapa bulan.

Itu analogi sederhananya.

Tetapi untuk belajar mengelola keuangan pribadi, nggak cukup dengan menyelesaikan masalah yang muncul di depan mata.

Untuk mengelola keuangan, kita mesti punya mimpi.

Mimpi ini yang akan menghasilkan tujuan-tujuan. Tujuan ini yang akan jadi bingkai goal kemana kita fokus menendang bola.

Pertama kali belajar mengatur keuangan, saya sebel banget dengarin istilah tujuan finansial ini. Ugh! Terdengar kayak tujuan di acara MLM gitu, nggak banget deh.

MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI BAGI PEREMPUAN MUDA

sumber : imgflip.com

Emang kenapa kalo saya mau nabung supaya punya uang saja? Kenapa saya harus buatin tujuan yang lebih spesifik?

Karena saya keras kepala, saya nggak mau buka lagi situs-situs personal finance itu.

Saya gunakan cara saya sendiri. Saya berhemat demi nabung. Titik.

Coba tebak, dengan pola pikir seperti itu berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk mengumpulkan tabungan sesuai dengan target saya?

Bener! Lama banget! Butuh waktu 4 tahun untuk menabung sesuai target saya, yang mestinya bisa selesai dalam waktu 1 tahun.

Pfffftt!

 

Berani mengakui apa yang kita mau

Berkaca dari sana, barulah saya mengerti bahwa tujuan itu penting. Kita nggak bisa bilang :

Gua mau nabung segini, tanpa dilanjutin dengan tujuan spesifik akan digunakan untuk apa tabungan tersebut.

Kita mesti berani ngomong:

Gua mau nabung 50 juta untuk modal usaha laundry (contoh).

Untuk mengakui apa yang kita inginkan dibutuhkan keberanian yang besar.

Lebih nyaman nggak perlu ngasih tau orang apa yang kita inginkan, karena kalo nggak tercapai kita nggak mesti ngerasa malu terhadap mereka.

Tapi coba dibalikin deh! Seharusnya perasaan malu tersebut bukan terhadap orang lain. Malu itu ke diri sendiri. Masa sih hidup sendiri nggak bisa diperjuangkan?

BACA JUGA : MEMAHAMI KONSEP SMART GOAL

 

Jadi sekarang putar musik favorit yang membangkitkan semangat, buka aplikasi notes di smartphone dan mulailah bermimpi. (asal jangan ketinggian yah 😛 )

Ketikkan saja dulu apa yang terbayang.

Entah itu untuk membeli rumah impinan 3 tahun ke depan, atau membeli mobil impinan 2 tahun lagi, atau untuk melanjutkan pendidikan di tahun depan.

Ketikkan saja dulu.

Setelah selesai nanti, kita sendirilah yang akan menentukan seberapa penting, seberapa urgent, seberapa inginnya kita akan tujuan-tujuan finansial yang sudah diketik tadi.

 

2.   Berapa penghasilanmu? Berapa rasio pengeluaranmu terhadap penghasilan? Berapa sih rencana tabunganmu untuk mendukung tujuan finansial di atas?

Kita wajib memahami karakter pengeluaran kita. Yep! Terdengar ribet dan erghhh! Tapi sebenarnya enggak.

Dengan tahu uang kita itu larinya kemana saja, kita tahu sasaran tembak yang mau kita fokusin sewaktu berhemat.

1.    Tuliskan angka penghasilan bulanan yang pasti.

2.   Tuliskan semua pengeluaran-pengeluaran rutin.

3.   Masukkan pengeluaran-pengeluaran itu dalam kategori besar.

4.   Hitung persentase kategori tersebut dari gaji kita.

5.   Tuliskan angka tabungan minimal per bulan untuk mendukung tujuan finansial.

6.   Apakah Gaji – Pengeluaran ≥ Tabungan?

 

#   Kalo iya, kita bisa menabung rutin tanpa mengubah struktur pengeluaran kita ;

#   Kalo enggak, kita mesti bersedia berkorban mengurangi pengeluaran, agar ada spare (kelebihan) untuk ditabung.

 

Kategori bisa terdiri atas :

– Biaya wajib

– Hunian

– Konsumsi

– Transportasi

– Entertainment

 

BACA JUGA : MENGATUR BUDGET KEUANGAN PRIBADI BAGI PEREMPUAN MUDA

 

Your tribe will get your vibe

Sebagai contoh nih, kebanyakan kita millennials menghabiskan uang di aspek konsumsi yang berbau entertainment.

Jadi, dalam rumus DASAR-nya biaya untuk makan nggak harus mahal.

Tapi karena kita gabungin dengan kegiatan bersosialisasi bersama teman, maka tempat makan nggak bisa di tepi jalan saja. Mesti upgrade dong!

Nah, dengan memilih makan di café yang interiornya bagus, biaya makan yang tadinya hanya belasan ribu menjadi puluhan ribu per porsi.

Pasti lebih tinggi dari biaya makan pada umumnya.

MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI BAGI PEREMPUAN MUDA

sumber : meme.xyz

Sekarang kembali lagi ke kita. Apakah bersedia mengurangi waktu nongkrong?

Apakah sanggup untuk mundur dari pusaran pergaulan yang mengharuskan kita menghabiskan lebih banyak uang dan menyisihkan uang itu untuk tujuan finansial kita.

Mengelola Keuangan Pribadi bagi Perempuan Muda

Kalo emang teman nongkrong itu adalah teman kita, mereka akan tetap mengerti. Bukannya menjadikan momen ini untuk mengucilkan kita.

Hal ini berlaku untuk kategori lainnya, yang setelah kita hitung ternyata mengambil porsi besar dalam pengeluaran kita.

Caranya adalah dengan mengurangi biaya tersebut secara bertahap, bukan menghapuskan pengeluaran tersebut.

Uang yang berhasil kita kumpulkan dari pengurangan tersebutlah yang akan kita sisihkan untuk tujuan masa depan.

 

3. Menabung dulu, baru jajan

Kalo kita sudah tahu nilai yang hendak kita tabung setiap bulannya berapa, maka begitu gajian uang tersebut langsung disisihkan.

Jangan nunggu sampai akhir bulan, ada sisa berapa baru disimpan.

Menabung itu menyisihkan di awal. Makanya kita butuh :

1.   Rekening tabungan yang terpisah dari rekening gaji.

2.  Rekening tabungan yang mesin ATM-nya nggak tersebar dimana-mana.

(Kalo setiap kali tarik uang kena biaya Rp 3.000 atau Rp 4.000 kita pasti akan mikir panjang waktu mau narik uang. 15 kali narik saja bisa beli pulsa sebulanan.)

3.  Rekening tabungan yang sistemnya setoran rutin bulanan.

(Biasanya akan kena penalty jika berhenti sebelum jatuh temponya, sehingga waktu mau berhenti itu kita akan mikir ulang)

Menyimpan apa yang tersisa di akhir bulan bukanlah menabung, karena besar kemungkinan nggak ada lagi uang yang tersisa di rekening kita.

 

Selain itu, menabung butuh keringat dan air mata.

Apapun yang kita lakukan, kalo hal itu bikin kita keter, bikin kita capek, bikin kita frustasi, bikin kita nangis-nangis, artinya kita sudah berada di jalur yang tepat.

Emang terdengar klise banget, karena kita hari ini hanyalah batu-batuan yang bisa jadi nilainya di pasaran nggak ada.

Tapi kalo kita mau berkorban, mau susah-susahan, nanti hasilnya akan kembali ke kita.

Nggak ada orang yang bisa dapetin apapun yang dia mau, langsung di depan mata.

Karena sebagai manusia biasa, keinginan kita kebanyakan nggak sesuai dengan rencana Yang di Atas.

Maka kita mesti lalui jalanan yang mutar-mutar, untuk mengerti apa yang tepat, untuk berupaya dan untuk mengubah keinginan kita.

Jadi, tabungan wajib disisihkan di awal, sebelum kita jajan-jajan yang lain.

 

4. Evaluasi keuangan bulanan

Rencana itu biasanya nggak pernah tepat 100 %.

Sama seperti anak-anak yang disekolahkan.

Di sekolah, mereka belajar sesuai dengan kurikulum belajar, yang merupakan rencana pendidikan.

Di sanalah tujuan pembelajaran dari setiap pelajaran yang diajarkan. Tapi apa 100 % anak-anak yang bersekolah bisa memahami pendidikan tersebut?

Nggak dong! Dan bukan karena anak-anak itu kurang pintar atau nggak mau belajar.

Itu hanya karena sebagai manusia, kita nggak terlahir untuk menjadi siapa saja. 

Hal ini berlaku sama pada rencana kita untuk menabung nominal x secara rutin setiap bulannya.

Kemungkinan besar angka itu nggak akan masuk ke rekening 100 %. Bisa jadi bulan ini 100 %, tapi bulan depan 50 %, atau dua bulan lagi malah 0 %.

Di sinilah kita butuh evaluasi.

Sama seperti anak-anak sekolah yang mesti melewati ujian atau ulangan sebagai evaluasi untuk melihat seberapa besar mereka paham akan pelajaran tersebut, kita pun mesti evaluasi keuangan kita.

Dan tahap evaluasi ini nggak ribet kok.

–   Kita cuman bandingkan rencana dan yang terjadi.

–   Kita cuman fokus pada berapa besar budget yang masih bocor.

–   Kita cuman mikirin gimana cara mengurangi kebocoran itu.

Gitu doang.

 

5. Everything in this life needs commitment

Sebenarnya dari semua hal, komitmen adalah kunci yang paling sulit kita jaga. Karena kalo nggak ada komitmen, nggak ada yang bisa tetap berjalan.

Pernah baca quotes berikut :

You can’t always stay motivated, you need to be discipline.

 

Nggak mungkin setiap hari kita kepikiran akan tujuan finansial kita yang mulia di atas.

Nggak mungkin setiap saat kita mampu fokus pada tujuan finansial, pada angka-angka tabungan dan pada aktivitas ‘berhemat’.

Tapi kita bisa setel pikiran untuk melakukan apa yang sudah kita rencanakan.

Kita bisa penuhi janji-janji pada diri sendiri untuk mengelola keuangan dengan benar, dengan cara memegang komitmen kita.

MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI BAGI PEREMPUAN MUDA

sumber : memegenerator.net

Tanpa komitmen, mudah banget ngikutin arus. Dan memang mengikuti arus itu menyenangkan.

Tapi mengikuti arus = menjadi orang kebanyakan = hidup dari satu gajian ke gajian berikutnya =  nggak bisa menjadi sesuatu dalam hidup ini.

Dalam hidup ini mau jadi orang biasa-biasa juga nggak masalah.

BACA JUGA : HIDUP BIASA BIASA SAJA JUGA CUKUP

 

Tetapi kalo bisa menyetir hidup, jangan pilih untuk menjadi orang yang biasa dalam hal keuangan.

Percaya deh, punya uang itu jauh lebih menyenangkan daripada nggak punya uang.

Walopun biasanya orang yang nggak punya uang itu terlihat lebih menarik.

Mengelola Keuangan Pribadi Bagi Perempuan Muda

pinterest.com

 

6. Belajar soal mengatur uang itu nggak ada habisnya

Percaya deh, emang demikian adanya.

Karena yang menyenangkan dari dunia yang kita tinggali sekarang adalah banyaknya opsi yang tersedia.

Kepengen berhemat?

–   Ada begitu banyak aplikasi berhemat di luar sana

–   Aplikasi yang ngasih cashback

–   Aplikasi yang ngasih promo menarik

BACA JUGA : TUTORIAL MUDAH MEMBUAT AKUN OVO

 

Kepengen menabung?

–   Menabung secara konvensional?

–   Menabung dengan skema syariah?

–   Menabung sekaligus membantu orang?

 

Kepengen investasi?

–   Reksadana?

–   Saham?

–   Emas?

–   Properti?

 

Apapun yang kita butuhkan, sudah disediakan oleh orang-orang visioner yang menemukan pertanyaan-pertanyaan itu beserta jawabannya.

Kita sebagai orang yang kepengen mengelola keuangan pribadi, tinggal mikir lebih pusing sedikit aja.

Dengan mengobrak-abrik internet, kita bisa jumpai setiap solusi buat masalah kita. Apapun yang membuat bingung, sudah terjawab di internet.

Pertanyaan yang mesti kita jawab adalah kepengen mengelola keuangan atau nggak?

Kalo kepengen, kita mesti terus belajar.

Karena akan selalu muncul cara-cara baru, akan selalu muncul shortcut-shortcut baru, akan muncul sistem-sistem baru yang lebih menguntungkan.

Tanpa belajar kita nggak dapetin kesempatan untuk meningkatkan kemampuan kita dalam mengelola keuangan pribadi kita.

Dan selagi muda, jangan jadi seperti orangtua yang sulit banget untuk menerima perubahan atau untuk mempelajari hal-hal baru.

Tapi, kalo misalnya kamu nggak kepengen mengelola keuangan pribadi juga nggak masalah. It’s your call, just take a nap. 

 

Be passionate about living.

Pekanbaru, 8 Juli 2018

PS : #girlsliftothergirlsup


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

MENGELO…

oleh Charlina waktu membaca : 8 min
0
%d blogger menyukai ini: