Ketika Jenuh Bekerja Melanda & 5 Tips Menghadapinya

Pernah merasakan jenuh bekerja yang luar biasa? Tos dulu, kamu nggak seorang diri menghadapi hidup ketika jenuh bekerja melanda.


Karena hampir semua orang yang saya kenal termasuk saya sendiri pernah mengalami hal ini. Kita bersama pernah berada di titik serupa dalam perjalanan panjang karir ini.

Dan sedihnya walopun jenuh bekerja ngasih dampak yang nggak terlalu positif, kita nggak bisa menghindari tahap ini. Mesti dihadapi.

Karena kalo nggak dihadapi kita akan berlarut larut dalam pikiran sendiri dan …

– Nggak lagi memandang pekerjaan sebagai hal yang penting.

– Nggak mampu melihat alasan mengapa kita bekerja di awal.

– Nggak lagi memiliki harapan akan masa depan.

– Melihat rutinitas demi rutinitas seperti robot yang diprogram untuk bekerja.

4 poin di atas adalah hal-hal yang biasanya kita sadari, sementara tanpa kita sadari ada puluhan poin yang menunjukkan perubahan dalam diri kita sewaktu jenuh bekerja.

Parahnya lagi perubahan-perubahan tersebut hampir bersifat destruktif alias merusak diri kita sendiri.

Sehingga kalo kita nggak mengambil tindakan atau membiarkan diri sendiri larut dalam fase ini, kitalah yang akan menjadi korbannya.

be the heroine not the victim

sumber : www.astrologymemes.com

 

Tanda Jenuh Bekerja Melanda

Saya bisa tulis 100+ tanda-tanda kamu sudah jenuh bekerja, seperti :

–  Nggak kepengen datang ke kantor

–  Sulit bangun pagi

–  Jantung berdebar-debar memikirkan pekerjaan di kantor

–  Dari jam 8-12 siang hanya menunggu jam makan siang tiba

–  Istirahat makan lebih lama dari seharusnya agar tersisa sedikit waktu hingga pulang kerja

–  Memegang ponsel seharian di meja kerja

–  Bergosip ke kubikel lain

–  Berpura-pura sibuk menelepon padahal mencari cara untuk keluar dari ruang kerja

–  Dan bla bla bla

Tapi lebih baik kalo kamu langsung menonton film ini : Office Space oleh Mike Judge

https://www.youtube.com/watch?v=Kiber_CzHqo

Film ini dengan tepat menggambarkan kondisi jenuh bekerja yang bisa dialami siapa saja.

Lihat juga 5 film rekomendasi mengenai kehidupan karir dan kerja untuk menemani liburan.

Kembali pada tanda kejenuhan bekerja.

Beberapa orang di luar sana terkenal highly motivated dan goal oriented, sehingga sulit membayangkan mereka bisa berada di fase jenuh bekerja. Dan artikel hari ini bukan untuk mereka.

Kita akan fokus pada diri kita yang masih sering berdampar di fase ini, dengan tanda-tanda jenuh bekerja yang berbeda-beda.

Bisa jadi di kamu kejenuhan terjadi saat mengerjakan hal yang sama berulang kali, sementara di saya hal itu terjadi karena tidak ada manfaat finansial yang membuat saya tergerak untuk bekerja.

Apapun formatnya, yang jelas, sewaktu jenuh bekerja melanda satu satunya pertanyaan yang sering terlontar adalah :

Apa yang sedang saya lakukan dalam hidup ini?

Karena kita nggak lagi melihat dengan kacamata yang jernih, nalar kita menjadi kabur oleh perasaan nggak berdaya. Sehingga kita nggak melihat apapun selain perasaan bosan atau jenuh tersebut.

Apapun yang dilakukan terasa nggak tepat. Tujuan nggak lagi menjadi fokus kita. Sementara setiap masalah kecil terlihat besar dan terlalu berat untuk diselesaikan. Motivasi untuk bekerja hilang.

Segila-gilanya saya, nggak berani deh kalimat : KALO JENUH RESIGN SAJA, saya lontarkan di artikel kali ini. Karena berhenti bekerja bukan solusi. Kecuali kita sudah punya sumber penghasilan lainnya.

Sehingga yang bisa kita lakukan untuk beranjak dari fase ini adalah dengan menghadapinya. Dan itulah tujuan saya bikin artikel ini, dalam rangka hari buruh Internasional.

Percaya deh, jenuh bekerja itu biasa lahh. Siapa juga yang tahan bekerja menahun tanpa merasa bosan sekalipun. Tapi poinnya bukan di rasa bosan tersebut.

Poinnya adalah kita mesti move on dan kembali fokus. Terapung-apung di dunia kerja yang semakin kompetitif adalah undangan bagi perusahaan untuk menendang kita keluar.

Only dead fish go with the flow

Berikut adalah 5 hal remeh yang biasa saya lakuin untuk kembali fokus. Tenang saja, saya nggak doyan artikel motivasi, jadi ini bukan momen motivasi. So check this out!

 

1. Angan-Angan Finansial

Dalam teori Maslow di sini disebutkan 5 jenjang kebutuhan manusia, dimana di layer paling dasar, bertengger apa yang disebut dengan kebutuhan fisiologis dan biologis.

Dengan bahasa sederhananya, kebutuhan dasar kita sebagai manusia adalah kebutuhan pokok yang terlalu sering kita sepelekan. Contoh : kebutuhan pokok – pangan sandang papan.

Di satu masa dalam sejarah dimana pangan sangat sulit diakses, orang-orang yang hidup di masa itu  sangat menghargai setiap makanan yang tersaji di hadapannya.

Mereka paham betapa mudahnya makanan menghilang dan kelaparan menjadi bagian dari keseharian.

Sementara bagi kita yang hidup di masa modern begini, makanan siap saji tersedia dengan mudah. Harganya pun masih masuk dengan anggaran.

Sehingga saking mudahnya untuk dapetin makanan, kita nggak lagi hidup dengan pola : bisa makan saja sudah syukur.

Di tahap jenuh bekerja tadi, kebutuhan pokok ini nggak lagi cukup kuat untuk menjadi penyemangat. Sudah terlalu biasa dan memenuhinya pun nggak susah.

Terlalu mudah

sumber : quickmeme.com

Mass production membuat makanan murah tersedia di pasaran, pakaian murah tersedia di pasaran hingga hunian yang sama terjangkaunya.

Makanya menurut saya teori yang beranggapan bahwa kebutuhan pokok menjadi motivasi dasar akhirnya bergeser. Kita nggak bisa gunakan alasan memenuhi kebutuhan pokok untuk bekerja.

Yang terjadi justru kita bekerja untuk dapetin status sosial dan kesenangan yang mengikutinya (dalam konteks finansial). Semisal bisa jalan-jalan dua kali setahun, bisa pake tas bermerk, bisa mengenakan pakaian yang sama merknya hingga hal-hal sekecil parfum mahal.

Jadi :

– mulailah membuka internet banking dan mengecek saldo rekening,

– mulailah menyusun budget dan menyisihkan sejumlah uang secara teratur,

– mulainya berangan-angan mengenai jumlah tabungan kita apabila bekerja hingga 2 atau 3 tahun kemudian,

– kalo lebih ekstrim tambahkan saja saldo BPJSTK ke dalam hitungan kita, agar angkanya makin gemuk.

Let’s say : marilah membohongi diri sendiri dan berjanji setelah uang terkumpul sejumlah tertentu, kita akan resign dan melakukan hal-hal gila.

Atau kita akan membeli kemewahan yang sudah kita intai selama tahunan. Apapun. 

Cara ini memberi harapan baru yang tadinya sempat hilang. Dan saat kita kembali memiliki harapan, bekerja terlihat seperti alat untuk mencapai harapan bukan lagi beban.

Recehh banget, i know. Tapi di saya cara ini sangat efektif.

BACA JUGA : BPJSTK dan manfaatnya

 

2. Mengapa Kita Mulai Bekerja?

Ingat lagi momen sewaktu tali di kepala berpindah tempat dari kanan ke kiri atau kiri ke kanan?. Ingat lagi sewaktu akhirnya kita menyelesaikan satu tahap pendidikan yang panjang.

Dan ingat lagi interview pertama yang membuat grogi dan kehilangan kewarasan.

Banyak dari kita yang seringnya ikutan drama orang lain, sehingga lupa mengapa kita memulai proses ini di awal. Padahal dapetin kerja di jaman begini bukanlah perkara mudah. 

Ohya, silahkan baca artikel pertama wartadana dengan JUDUL : Fokus : Ingat Tujuan Kamu Bekerja. Saya kutip kembali dari artikel tersebut bahwa :

Memahami apa yang kita mau adalah langkah awal dari seluruh proses bekerja.

Poinnya adalah untuk mengerti tujuan kita masing-masing. Untuk apa kita bangun pagi setiap harinya demi mendapatkan gaji di tanggal 25? Untuk apa?

Bisa jadi jawabannya seperti berikut : buat nyekolahin anak, buat kredit mobil, buat beli rumah, buat bahagiain orangtua, buat modal buka usaha sendiri, buat jalan-jalan, buat hidup, dan masih banyak lagi.

Apapun jawaban yang kita punya, mesti kita ingat selalu. Karena hidup ini doyan mempermainkan kita.

Dan jika suatu hari kita lupa akan tujuan atau terbawa arus, kita masih punya alasan ‘mengapa melakukan semua ini sedari awal’.

Nggak pernah ada tujuan yang salah. 

Bahkan seremeh apapun yang kita mau, kita nggak butuh persetujuan orang lain. Yang perlu tahu dan selalu ingat akan tujuan itu adalah kita sendiri.

Jadi intinya adalah saat kembali teringat betapa sulitnya mendapatkan pekerjaan, kita akan berpikir ulang dan lebih menghargai pekerjaan yang sudah ada saat ini.

 

3. Memikirkan Orang Terkasih

Seorang Direktur HC berkunjung ke cabang di minggu ini dalam rangka menemani kunjungan rutin CEO. Dan seperti biasa, setiap kali ada pejabat yang datang, dua pasang telinga ini akan berfungsi maksimal.

Karena setiap pejabat akan menyampaikan pesan panjang sesuai dengan arahan dari manajemen pusat. Pasti panjang dan bosan, blehhh! Pikir saya dalam hati.

Tapi ternyata nggak sama sekali. Direktur HC dengan lantang berkata : Kita datang ke kantor demi diri sendiri dan orang terkasih, bukan perusahaan.

Jadi bekerjalah sesuai dengan tujuan kita.

Saya percaya alasan terbesar kita bisa meniti karir yang cemerlang adalah untuk diri sendiri. Karena karir cemerlang butuh waktu dan upaya luar biasa, yang seringnya nggak sejalan dengan kehidupan sosial kita.

Sehingga kebanyakan orang yang karirnya cemerlang akan susah menjaga kehidupan pribadinya. Karena sulit mempertemukan karir dan keluarga dalam jalur yang sama.

Alasan kedua untuk meniti karir yang cemerlang adalah untuk keluarga. Karena lebih mudah untuk berjuang demi orang lain, dibanding berjuang demi diri sendiri. Bener nggak?

Jadi sewaktu otak mumet banget, pikirkan kembali orangtua, saudara atau anak dan pasangan yang masih membutuhkan dukungan finansial dari kita.

Berpikir seperti ini memang pamrih atau kasarnya ‘sok hero’ berpura-pura menjadi pahlawan demi orang lain. Tetapi balik lagi, hidup ini adalah masalah menggelabui pikiran untuk bekerja.

Selama pola pikir begini mampu bikin kita fokus dan bersemangat, why not?

 

4. Mikirin Rencana Jangka Panjang

Setiap dari kita pasti punya rencana jangka panjang. Atau nggak usah sampai ngomongin rencana dahulu. Mungkin kita memiliki angan-angan yang masih kabur banget.

Contoh mudahnya : sering nggak terlontar dari bibir kita ucapan, nanti mau jalan-jalan ke X, kepengen punya rumah yang di jalan Y, atau sekedar kepengen upgrade kendaraan ke merk Z.

Sah dong, angan-angan seperti ini, apapun bunyinya.

Yang nggak sah adalah kita membiarkan angan-angan tersebut tetap menjadi angan.

Dan sewaktu bosan dengan pekerjaan, ingat-ingat kembali deh angan-angan atau kalo ada rencana jangka panjang kita. Mulai kembali menginginkan hal tersebut dan melakukan sesuatu.

Di salah satu episode Tedtalk favorit saya, Mel Robbins pernah bilang : Bagian paling sulit dari menjadi orang dewasa adalah membesarkan diri sendiri.

Kalo sewaktu kita masih bocah ada orang tua yang dengan senang hati akan mengingatkan kita untuk melakukan hal-hal yang kita nggak mau, kini tanggung jawab itu berpindah pada diri kita sendiri.

Nggak ada orang tua yang akan memaksa kita untuk bangun pagi dan bekerja. Nggak ada juga orang tua yang akan mengorek rencana jangka panjang kita dan memaksa kita untuk berupaya.

Yang ada dan tersisa hanya diri kita sendiri. Dan semoga tersisa sedikit kekejaman dalam diri yang memaksa kita sendiri untuk mikir dan melakukan sesuatu.

Karena mudah untuk mengerjakan sesuatu sambil menyalahkan orang lain sewaktu melakukannya. Tetapi jauh lebih mudah saat kita mengambil tanggung jawab dan melanjutkan hidup.

Percaya deh, pekerjaan bukan identitas kita. Pekerjaan hanyalah alat untuk dapetin sesuatu yang kita mau. Entah itu untuk memenuhi kebutuhan dasar, entah untuk kenyamanan finansial atau untuk dapetin status dalam kehidupan sosial kita.

Dan yang namanya alat mesti kita pake semaksimal mungkin, ya nggak? 

 

5. Nambah Kegiatan Baru

Ini adalah trik jitu yang selalu saya keluarkan saat pikiran saya sudah mumet luar biasa. Pokoknya kalo hidup sudah terasa butek dan kerjaan bikin kepala nyutnyut, saya akan nambahin kegiatan baru.

Tujuan adalah :

–  untuk dapetin hal lain yang akan membagi fokus pikiran.

Jadi nggak melulu mikirin kerjaan dan kejenuhan yang mengitarinya.

–  untuk bikin hati excited.

Karena nggak sabar ngerjain hal tersebut atau nungguin waktunya tiba. Jadi hari-hari yang berlalu dengan cepat bisa sedikit melambat.

–  untuk ngasih variasi dalam kegiatan sehari-hari.

Jadi yang tadinya sudah bosan gilaa, dengan adanya kegiatan baru jadwal kita pun ikut berubah.

Perubahan jadwal terutama yang membuat kita sibuk luar biasa sangat membantu untuk membuang jauh-jauh rasa jenuh tersebut. Karna jadwal sudah padat, mana sempat mikirin drama-drama lagi.

Kegiatan kegiatan baru yang akan kita tekuni pasti berbeda-beda. Bisa dalam bentuk olahraga, kesenian, musik, atau bahkan hobi-hobi lama yang terpendam.

Dan percaya deh hal-hal remeh seperti mengganti rute ke kantor, atau mengganti posisi komputer dan meja kerja atau sekedar nambahin pernak pernik lain ke meja kerja, akan sangat bermanfaat, kalo kita bingung mau menambah kegiatan apa.

 

Bro and sis, masa depan kita masih panjang

Tulisan ini saya buat sebagai hasil dari pergolakan dalam sebulan terakhir, dimana bibit jenuh bekerja yang sudah saya kubur dalam, ternyata tersemai dalam diam. Semak itu kini menghijau rimbun.

Pergolakan ini pasti dialami siapa saja. Dan sebagaimana setiap fase hidup menawarkan solusi yang pahit, saya pun ingin dapetin solusi di titik ini.

Maka saya mencabut kembali rimbunan jenuh tersebut. Mencabutnya hingga ke akar-akar, walopun semak-semak seperti ini akan terus tumbuh dalam diamnya.

Karena seperti kata bos di kantor : ‘Bro and sis, masa depan kita masih panjang!’.

Selamat hari buruh 2019!

Pekanbaru, 01 Mei 2019

#girlsliftothergirlsup

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *