Self Improvement

6 CARA BERTEMAN DENGAN AMARAH

Berteman Dengan Amarah?

Saya menghabiskan banyak waktu untuk marah. Klise memang. Tapi dari sanalah saya belajar gimana cara berteman dengan amarah.

Terdengar lebih klise?

Tenang, saya nggak akan sok bijak dan bikin artikel motivasi di sini.

Sebagai orang yang emosian, saya mau share 6 cara yang saya pake untuk menghadapi amarah tersebut.

cara berteman dengan amarah

Waktu Kamu Marah

  • Pernah sangat marah pada dunia?
  • Pernah merasa sangat muak akan hidupmu?
  • Pernah membenci semua hal dan nggak tahu gimana cara mengatasinya?

Saya sering banget ngerasa demikian.

  • Muak dengan hidup saya.
  • Marah dengan orang-orang yang membuat saya marah.
  • Kepengen lari dan meninggalkan semuanya.

melarikan diri dari masalah

Tapi gimanapun marah dan muaknya, kita nggak bisa terus lari dari masalah.

Karena masalah pasti selalu ada.

Dan semua orang akan punya masalahnya sendiri. Semua orang akan punya amarahnya sendiri.

Bagi saya sendiri, amarah itu sering muncul dalam bentuk muak terhadap karir, terhadap keluarga, terhadap teman, terhadap orang dan yang paling buruk adalah marah pada diri sendiri.

Dan semakin saya pikir, semakin saya tersesat dalam amarah itu. Semakin saya ingin menyelesaikan amarah tersebut semakin larut saya di dalamnya.

amarah harus dihadapi

Saya pernah marah sama seseorang dengan hati yang berapi-api. Saya nggak tidur sampai subuh mikirin betapa marahnya saya. Betapa bencinya saya.

Kemudian besoknya harus kerja dan malah nggak bisa maksimal karena ngantuk luar biasa.

Sementara objek kemarahan saya : tidur nyenyak semalaman. Peduli sama sayapun nggak. Kepikiranpun nggak, padahal saya ngabisin waktu berjam-jam buat mikirin ybs.

Rugi di siapa? Benarr banget. Ruginya di saya.

Dan pengalaman malam itu ngajarin saya untuk berdamai dengan marah di dalam hati saya. Karena amarah yang nggak selesai hanya akan merusak diri kita sendiri.

menyelamatkan dirimu sendiri

Jadi, coba ke-6 cara ini untuk berdamai dahulu dengan amarahmu.

 

1.

LUAPKAN DAHULU

Saat marah upayakan agar amarah kita bisa tersalurkan.

Jangan dipendam, apalagi dibawa tidur.

Pernah mendengar istilah ruminasi?

Ruminasi adalah kegiatan mengungkit-ungkit masa lalu. Biasa dilakukan oleh orang putus cinta yang mengingat-ingat kenangan “love birds” mereka.

pengertian ruminasi

Tapi, di antara semua tipe ruminasi, yang paling buruk adalah mengenang amarah.

  • Nggak ada orang yang nggak pernah marah.
  • Nggak ada orang yang hidupnya sempurna luar dalam.

Jadi kita akan marah. Kita akan ketemu dengan orang yang bikin marah. Kita akan kepengen memukul orang tersebut dan menyakitinya sampai mampus.

Semua itu wajar. Jadi yang perlu kita lakukan bukanlah menimbun amarah itu. Tapi justru mengakui bahwa kita marah dan butuh pelampiasan.

Marah itu normal. Emosi paling dasar yang harus kita punya. Dan berikut adalah 3 aktivitas ajaib untuk meluapkan amarah.

melampiaskan amarah

A. Olahraga

Aktivitas favorit saya. Terutama kalo kita mengikuti kelas bela diri.

Ini adalah hal yang sering saya lakukan kalo lagi marah. Saya bisa ngabisin waktu 15 menitan untuk menendang samsak kayak orang idiot.

Dan sambil memaki : f$cky$U, anJ$ng, bla-bla-bla.

Rasanya seperti saya sedang menendang objek kemarahan saya. Puas banget.

B. Curhat

Curhat adalah cara yang benar untuk meluapkan amarah.

Tapi curhat haruslah dilakukan pada orang-orang yang benar-benar bisa kamu percaya.

Saya baru belajar bahwa nggak semua orang bisa dijadikan tempat curhat yang tepat.

Karena ada :

  • Orang yang akan ungkit sana ungkit sini.

Percayalah, saat kita marah omongan itu isinya sampah semua. Dan nggak enak banget rasanya diingatkan melulu akan omongan comberan kita itu.

Apalagi saat kita sudah nggak marah dan ybs malah mengungkit : loh udah nggak marah lagi?

  • Orang yang akan cerita ke orang lain.

Percayalah, kadang masalahmu adalah masalahmu sendiri. Semua orang punya pandangan sendiri.

Dan sering kali pandangan mereka beda banget sama pandangan kita.

Bisa jadi menurut kita masalah ini confidential. Tapi bisa jadi menurut lawan curhat kita, ini bukan confidential dan bisa diceritakan kemana-mana.

  • Orang yang nggak ngerti amarah kita.

Percayalah, nggak semua orang mengerti amarahmu.

Karena semua orang punya masalahnya sendiri. Ketimbang mereka mencoba mengerti cara pikir kita, mereka akan merasa lebih baik memberi saran dan solusi.

Well, saat marah kita nggak butuh saran dan solusi. Kita cuman butuh didengar. Kita cuman butuh sedikit simpati. Kita cuman butuh seseorang untuk ada di samping kita.

Bukan saran dan solusi :

  • untuk nggak marah lagi,
  • untuk nggak mempersoalkan hal-hal kecil,
  • untuk mengikhlaskan sebuah insiden.

C. Apapun

Kita punya hobi yang beda. Kita punya mekanisme penyaluran hasrat yang beda.

Dan saat kita marah + muak salurkan saja melalui apa yang kita rasa tepat.

  • Kamu mau nonton drama korea sampai pagi? Silahkan!
  • Kamu mau dengar lagu cadas sampai telinga pekak? Silahkan!
  • Kamu kepengen nonton film horror sampai nggak berani pipis? Silahkan!
  • Kamu mau karoke-an sampai leher terasa seret? Silahkan!
  • Kamu mau duduk di bioskop sampai midnight? Silahkan!
  • Kamu mau makan sampai kenyang luar biasa? Silahkan!
  • Kamu mau minum sampai mabuk? Silahkan!

Dengan catatan hanya boleh dilakukan satu malam saja atau satu hari saja. Kalo kita lakukan terus menerus kita yang bodoh.

Merusak diri sendiri karena nggak bisa deal dengan amarah kita adalah hal yang bodoh.

Amarah Jangan Dibawa Tidur

Amarah adalah satu-satunya hal yang nggak boleh dibawa tidur, dengan anggapan dengan membawanya tidur memberi kita kesempatan untuk istirahat dan memikirkannya kembali esok hari.

Salah satu alasan amarah nggak bisa dibawa tidur adalah karena dengan membawa rasa marah dalam tidur, kita membiarkan amarah itu untuk masuk ke dalam alam bawah sadar kita.

amarah jangan dibawa tidur

Semua hal yang masuk ke diri kita lebih dalam keadaan belum selesai, akan bangkit di kemudian hari.

Jadi, gimana caranya untuk nggak membawa amarah itu hingga tidur? Satu-satunya cara adalah dengan meluapkannya.

Silahkan pilih ketiga cara di atas. Luapkan, lampiaskan dulu.

 

2.

HINDARI KONFRONTASI

Saya ngerti betapa besar keinginan kita untuk mengkonfrontasi orang yang membuat kita marah.

Tentu kalo bisa kita maki pake bahasa kebun binatang akan terasa lebih baik.

Trust me, mulut saya ini comberan banget saat marah dan saya tahu enaknya memaki orang dengan kata-kata super kotor.

Tapi pengalaman saya yang emosian ini mengajarkan bahwa damai itu terkadang lebih baik.

Yep, super klise. Tapi itulah hal yang tepat untuk dilakukan.

Sebisa mungkin hindari konfrontasi.

Terutama saat kita sedang berapi-api. Janganlah cari oknum atau orang tersebut dan memaki secara langsung.

Karena banyak kalimat yang keluar saat kita marah hanya akan merusak hidup kita dan hidup orang lain.

Saya baru belajar bahwa kalimat yang sudah keluar dan didengar oleh orang lain nggak akan bisa kamu tarik.

Maaf itu nggak cukup untuk mengubah masa lalu. Bullshit!

maaf nggak mengubah apapun

Jangan marah lewat WA atau media sosial.

Jejak digital itu sangat kejam.

Dan kita sudah lihat banyak banget orang-orang yang harus berurusan panjang karena UU ITE kita yang …..

Percayalah, nggak worth it mempermalukan diri sendiri demi memuaskan hasrat untuk marah-marah.

Semakin banyak kita curhat di media sosial, yang ada malah orang ngetawain dan ngomong kalo hidup kita nggak bahagia.

Orang nggak akan bersimpati sama curhat bodoh di sosial media.

Tapi kalo kamu kepengen konfrontasi, lakukanlah cukup sekali.

Pilih waktu saat emosimu sudah stabil dan bicaralah.

Konfrontasi orang tersebut. Ucapkan semua keluh kesahmu.

Dengarkan pembelaan diri orang atau oknum tersebut.

Dan setelah itu pulanglah ke rumah.

That’s it. Jangan diperpanjang.

Karena ujung-ujungnya yang susah adalah diri kita sendiri. Apalagi marah sambil pake aktivitas fisik kayak mukul atau nampar orang lain.

Ingat ketiga hal ini sebelum kamu konfrontasi orang lain :

  • Bisa jadi orang tersebut merekam dan kalimat-kalimat bodohmu akan tersebar kemana-mana.
  • Bisa jadi orang itu low self esteem dan setelah kamu marah dia malah kepikiran buat bunuh diri.
  • Bisa jadi satu hari nanti kamu akan jadi orang besar, jadi sedari muda jangan kotori rekam jejakmu.

Jadi sebisa mungkin hindari konfrontasi secara langsung. Karena kemungkinan kita lepas kendali itu sangat besar.

hindari konfrontasi

 

3.

TULIS & KOYAK

Cara ini banyak dituliskan di buku-buku.

Menuliskan amarah tersebut sebagai media untuk lebih mengenal diri sendiri.

Nah sama seperti proses menjurnal hidup, amarah itu bisa kita tuliskan ke dalam secarik kertas untuk kemudian dibuang.

Tulisan-tulisan tentang amarah jangan disimpan karena kalo ke depannya dibaca pasti akan membangkitkan emosi lama.

Mengungkit-ngungkit hal buruk bukanlah hal yang bermanfaat juga. Ingat, ruminasi di atas!

Dengan menuliskan masalah dan amarah kita bisa jujur pada diri sendiri.

jujur pada diri sendiri

Kadang ya kita sebal karena A, tapi belum tentu hanya A penyebabnya. Kalo digali-gali dan jujur barulah kita paham bahwa B adalah penyebab sebenarnya.

Dengan mengenali sebab amarah, kita lebih mudah menyelesaikannya.

Dan menuliskan amarah kita itu adalah trik magic.

Amarah mesti selesai

Setiap saya benar-benar marah, setelah saya tulis dan buang, amarah saya jauh berkurang.

Saya seperti jadi papan tulis yang habis dihapus, bersih.

Setelah itu saya mampu berpikir lebih jernih, nggak moody lagi seperti sebelumnya dan pikiran jernih itu membuat saya bisa fokus pada hal lain yang lebih penting.

memulai baru

Pernah sewaktu muda, saya marah banget sama seseorang. Amarah itu bikin saya marah sampai berminggu-minggu dan isi otak saya hanya orang tersebut.

Duh, kalo dipikir sekarang bodoh banget.

Tapi, waktu itu dengan kusutnya pikiran saya, dengan kabut-kabut amarah, maka memikirkan orang tersebut adalah satu-satunya hal yang masuk akal.

Bahkan puncaknya adalah suatu malam saya nggak bisa tidur karena saking marahnya.

Ya, dalam proses nggak bisa tidur itu saya akhirnya mengerti kutipan ini :

Anger is an acid that can do more harm to the vessel in which it is stored than to anything on which it is poured. – Mark Twain

Amarah sama seperti asam yang merusak wadahnya ketimbang objek yang hendak dituangkan,

Betapa bodohnya saya menghabiskan waktu saya untuk memikirkan orang tersebut tengah malam, sementara dia di atas tempat tidurnya sudah pulas, nyenyak tanpa beban.

Jadi percayalah amarah harus selesai.

Salah satu cara paling cepat untuk menyelesaikannya adalah dengan menuliskan amarah itu dan membuangnya jauh.

 

4.

IKHLASKAN

Ini adalah teknik dewa, karena butuh rasa percaya yang tinggi kepada Yang Maha Kuasa untuk mampu melakukannya.

Tapi ikhlas dan bersyukur adalah duo kombinasi yang mematikan amarah dengan cepat.

Dan sekaligus kombinasi yang sulit untuk dilakukan. Sampai hari ini masih hitungan jari keihklasan yang mampu saya relakan.

Tapi saat amarah kita timbul karena hal yang benar-benar besar dan nggak mampu kita ubah, ikhlas dan memilih untuk move on adalah hal yang tepat.

Kita nggak pernah bisa revisi masa lalu. Yang bisa kita perbaiki cuman masa depan.

demi masa depan

Tapi kalo kita berlarut-larut dengan amarah kita sendiri, kapan ada waktu untuk kerja demi masa depan?

Saya pernah jumpa dengan seorang kerabat yang sambil memegang rokok murah di jarinya dia ngomong :

Itulah! Sekarang hidup saya susah banget. Ini karena orangtua saya miskin, jadi saya nggak punya modal untuk apapun.

Melihatnya saya kasihan. Amarah pada orangtuanya bikin dia nggak mau berjuang.

Padahal kalo dia mau berusaha sedikit saja, siapa yang tahu apa yang akan dia miliki saat ini.

 

5.

MAAFKAN JIKA MAMPU

Ini adalah tahap tertinggi yang memang sulit sekali untuk dipahami, jauh-jauh untuk kita lakukan.

Tapi kalo mampu melakukan level ini, marah itu nggak pernah datang lagi. Karena kita sudah legowo, kita sudah ikhlas, kita sudah memaafkan.

Mungkin nggak banyak orang yang bisa kita maafkan, dan ya sudahlah.

Mungkin untuk beberapa orang kita butuh waktu puluhan tahun untuk memaafkannya dan ya sudahlah.

Ada juga orang yang nggak pengen kita maafkan dan ya sudahlah.

cobalah memaafkan

Ingat ya kita memaafkan bukan karena kita lemah dan nggak kuat untuk membenci seseorang.

Kita memaafkan karena masa depan kita jauh-jauh-jauh lebih berharga. Dan kita perlu fokus untuk berjuang demi masa depan.

Sampah emosional berupa kemarahan akan bikin langkah kita seret. Sehingga upaya kita nggak akan maksimal.

Plus dengan memaafkan, kita bisa move on.

 

6.

KERJA KERAS

Dan ini adalah cara favorit saya. Cara ini baru saya pahami dalam beberapa bulan terakhir.

Ternyata saat kita marah adalah saat yang paling tepat untuk bekerja.

Motivasi terbesar di alam semesta.

Saya akan bilang pada diri sendiri :

  • Yok kerja, supaya besok si babon itu nggak bisa negerendahin kita lagi.
  • Yok, kerja lebih keras. Biar besok kita nggak perlu nyariin dia buat prospek.
  • Yok, usaha lebih gigih. Biar besok-besok nggak perlu ketemu sama orang kayak gitu lagi.

Dan di saya, amarah sangat ampuh untuk bikin saya kerja keras.

Saat marah, saya akan putar lagu yang bikin mood makin membara dan kerja keras sampai pagi.

kerja keras

Saya tahu cara keenam ini adalah yang paling klise. Menjadikan amarah untuk berjuang.

Tapi dibanding membiarkan amarah menjadi sampah, saya lebih memilih untuk menggunakannya sebagai motivasi.

Amarah yang bisa bikin kita dapat motivasi untuk bekerja lebih keras biasanya adalah marah pada pekerjaan.

Sehingga demi masa depan yang lebih baik, demi hidup yang lebih baik, kita akan usaha luar biasa.

———————————

Kamu bisa pilih cara yang tepat bagimu. Dan saya urutkan dari cara yang paling mudah ke cara yang paling sulit.

Kalo marahmu receh saja, saya yakin kamu pasti bisa berteman dengan amarah itu.

Tapi saat amarahmu besar, mungkin kamu akan kewalahan dan saya harap ke-6 cara di atas membantu.

Pekanbaru, 20 Maret 2018

– listening to the greatest showman – this is me

Baca Juga :

Link Wartadana :

  • Instagram wartadanablog => sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.
  • Twitter wartadanacom => sharing artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.
  • Pinterest wartadana => pin banyak quotes finansial.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com

REFERENSI FINANSIAL KAUM MILLENNIALS

Jika kamu adalah pengguna Pocket, connect dengan saya di sini.

Punya tips paten untuk berteman dengan amarah, komen dong.

Summary
6 CARA BERTEMAN DENGAN AMARAH
Article Name
6 CARA BERTEMAN DENGAN AMARAH
Description
6 cara berteman dengan amarah agar nggak berlarut-larut dalam hidup kita. Wajib baca bagi yang sedang memendam emosi luar biasa.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *