Mari Berbagi Kisah Hidupmu di Wartadana

Inginkah kamu berbagi kisah hidupmu?

Ada satu alasan mengapa saya sangat senang menulis yaitu karena saat berbagi kisah hidupmu dalam bentuk tulisan, hal itu akan berada di internet untuk jangka waktu yang lama.


Berbeda dengan saat saya mengucapkan kisah kepada kawan, yang mungkin dalam waktu beberapa bulan ke depan akan terlupakan karena diapun memiliki hal lain untuk dipikirkan.

Dan lagi saya bukan tipe orang yang mampu menyimpan kisah untuk diri sendiri. Mulut akan gatal dan pikiran akan kusut jika menahan diri dengan kegelisahan sendiri.

peduli untuk berbagi kisah hidupmu

sumber : memegenerator.net

Maka berbagi kisah, baik itu dengan curhat atau tulisan  seperti di Medium adalah cara-cara yang saya gunakan untuk menyalurkan kegelisahan-kegelisahan tersebut.

 

Mengapa Saya Ingin Berbagi Kisah di Dunia Maya?

Atau terlihat ingin berbagi di dunia maya.

Sudah pernah saya tulis dalam Rangkuman 10 Artikel Populer di 2018 ini, bahwa hal yang melatarbelakangi saya untuk menulis adalah momen dimana di sebuah situs ilmu finansial yang populer, saya berkesempatan untuk membaca sebuah tulisan mengenai membeli reksadana dengan hutang.

Jangan beli reksadana dengan hutang

sumber : knowyourmeme.com

Emosi saya menggelegak saat itu juga menimbang saya emang orang yang emosian dan cukup frontal.

Panjang sekali saya mengetikkan komentar untuk menyudutkan penulis yang menurut saya (saat itu) seenak dengkulnya saja menuliskan anjuran yang sama dengan proyek bunuh diri.

jangan berbagi konten bodoh

sumber : memecenter.com

Hampir setengah jam berlalu dan komentar tersebut telah memenuhi layar smartphone berdimensi 6 inci. Saya baca ulang kalimat-kalimat frontal tersebut sebelum memutuskan untuk menghapusnya.

Yah, sifat nggak enakan sebagai perempuan membuat saya memilih untuk nggak berkomentar lebih lanjut di situs tersebut. Plus takut sama UU ITE yang masih abu-abu.

Tapi di malam itulah saya paham bahwa siapa yang punya akses kepada informasi bisa ngasih orang anjuran yang salah dan tetap mendapatkan applause. Hey, this is life, right?

Dan malam itu juga saya menelan kekecewaan yang luar biasa dan memutuskan untuk tidur berupaya melupakan semua ini.

Tapi sedikit disclaimer : kini setelah hampir 2 tahun bergelut dengan dunia blogging, saya sedikit mengerti mengapa penulis tersebut membuat artikel demikian.

Sebab dalam industri ini trafik adalah raja dan untuk memuaskan raja, konten jelek adalah jalan paling instan. Selama sebuah konten mampu mendatangkan trafik siapa yang peduli akan kualitasnya, kan?

BTW BACA JUGA : JANGAN INVESTASI REKSADANA MODAL KARTU KREDIT

 

Bagaimana Memulai Wartadana.com?

Tapi karena sedari kecil menghabiskan waktu untuk menonton serial Power Ranger yang senantiasa membela kebenaran, maka ada sedikit cubitan di hati yang protes kenapa saya berdiam diri.

berbagi kisah hidupmu

sumber : makeameme.org

Maka, lahirnya blog kecil yang saya buat di platform blogger. Hasilnya tentu nggak maksimal, karena saya hanya menulis untuk berbagi. Saya nggak pedulikan aspek lain.

Hingga suatu hari, sambilan scrolling feed Pinterest, saya ketemu dengan blog seorang penulis dari Kanada. Silahkan cek blog-nya karena saya suka caranya yang jujur tapi benar-benar ngasih ilmu.

Dari blog tersebutlah (walopun itu adalah artikel afiliasi), saya dapetin ilmu untuk upgrade blog kecil saya. Ilmu blogging mulai dari membeli domain sendiri hingga self-hosting.

Apa yang dia share masuk ke dalam logika saya. Terutama karena sifat oportunis yang masih melekat, pikiran saya langsung membayangkan blog sebagai sumber diversifikasi pendapatan.

bikin uang lebih cepat

sumber : imagechef.com

Maka saya habisin waktu untuk bacain artikelnya dan mencari nama domain yang tepat. Butuh waktu berminggu-minggu apalagi saya termasuk orang yang suka menunda.

Rasanya masih bisa besoklah, lusalah, minggulah, weekendlah, nantilah, kapan-kapanlah.

Suatu hari, saya berantem berat dengan adik. Dongkol dan malas berada di rumah, saya pun nongkrong di café. Duduk membawa laptop dan semuanya terjadi begitu saja.

Voila, langsung checkout paket hosting dan domain.

 

Proses Membangun Wartadana

Blogging tidaklah mudah.

Well, kalo kamu memulainya di platform gratisan seperti Blogger ataupun WordPress, hal itu mudah banget. Kamu nggak perlu mikirin apapun selain konten.

Tetapi karena sifatnya kamu ngontrak di rumah orang (yaitu ngontrak di kompleknya Blogger dan WordPress), banyak aturan yang mesti ditaati. Nggak sebebas rumah sendiri.

Makanya dengan membeli domain sendiri, saya dapetin opsi untuk mendandaninya sesuatu kehendak saya. Dan itulah keuntungan sesuatu yang berbayar. Bisa eenak kita.kalo bayar bisa lebih bebas

Tapiii, jangan pikir mendandani sesuatu itu mudah. Make up artist aja mesti kursus atau belajar otodidak selama tahunan tanpa henti untuk bisa mendandani wajah pelanggannya hingga cantik.

Apalagi benda yang ada di dunia maya yang barangnya belum keliatan di depan mata.

Hampir sebulan saya belajar hal-hal dasar, dari artikel-artikel untuk blogger pemula, tips dan trik yang bersumber dari mamak-mamak (mom’s blogger) yang cocok dan bisa saya aplikasikan.

Kecewa hati ngeliatin blogger Indonesia yang artikelnya nggak cocok di hati saya. Bukan ilmunya yang nggak dalam, tetapi cara mereka menyampaikannya nggak masuk bagi saya.belajar masuk ke otak

Jadi berbekal artikel-artikel gratisan dari Pinterest, saya melakukan customisasi blog. Setiap malam sepulang kerja dihabisin untuk belajar dan praktik. Nyoba sana sini sampai PUTUS ASA.

Setelah satu bulan, akhirnya artikel pertama dirilis dan seterusnya.

 

Pentingnya Mentor atau Guideline Saat Kamu Belajar

Karena tanpa mentor atau anjuran-anjuran oleh ahli, pastinya kita nggak bisa melakukan hal-hal paling dasar sekalipun.

Okelah, bagi yang lulusan IT dan sejenisnya, hal-hal tentang internet adalah hal mudah.

Tapi bagi orang-orang kayak saya dan kamu (mungkin) yang dasar pendidikannya adalah ilmu lain dan hanya membuka laptop untuk fungsi-fungsi dasar, internet adalah misteri besar.

Satu hal yang saya syukuri adalah betapa banyak bacaan gratis yang mampu memberi tips yang rinci dan bermanfaat banget di internet. saat kamu menginginkan sesuatu

 

Apakah sedemikian penting berbagi hingga harus melalui proses sepanjang ini?

Tujuan utama saya membangun blog adalah uang + berbagi.

Dengan dasar uang, semangat saya menggebu.

Tetapi dalam prosesnya ternyata saya nggak dapetin uang apapun. Iklan pun sudah nggak tayang lagi. Dan sejauh ini hanya biaya yang keluar untuk hosting dan sejenisnya.

Jadi mengapa saya masih lanjutin?

Saya sudah ganti pola pikir dan fokus pada aktivitas berbagi.

Saya ngerti bahwa saya ada dalam lingkungan yang dapetin literasi finansial tetapi masih banyak orang-orang yang nggak dapetin ilmu serupa.

Dan saya kepengen berbagi apa yang saya tahu kepada orang-orang yang kebetulan nggak dapetin akses untuk literasi finansial.

Jujur, saya suka banget dengan blogger-blogger independen di luar sana yang sharing perihal personal finance. Apalagi blogger perempuan.

Karena saya paham betapa membosankannya bicara soal uang dan hutang. Jadi kalo penulis nggak bisa ngasih format bacaan yang menarik, kita juga bakalan bosan.

Dan di Indonesia, hal ini masih jarang keliatan. Kebanyakan blogger independen ngomongin saham, cara cepat kaya dan cara cari uang.

I know. Kita mesti cari uang.

Tapi, emang semudah itu bikin penghasilan tambahan? Emang nggak ada cara lain untuk mengatur aspek finansial tanpa nambahin penghasilan?

Plus cara bicara blogger laki-laki soal uang, nggak bisa diterima oleh otak perempuan seperti saya yang butuh pendekatan lain. bacaan finansial yang menyenangkan

 

Mengapa Wartadana Belum Punya Channel Youtube?

Bukan saya nggak kepengen punya channel youtube, tentu jauh di dalam hati keinginan tersebut ada. Tetapi effort dan kemampuan saya belum sampai ke sana.

Belum kepikiran konten-nya dan belum kepikiran waktu untuk mengeksekusinya.

Siapa yang tergiur dengan fee dari iklan youtube yang menarik itu?

i like money, do you?

sumber : memegenerator.net

Sebagai oportunis, pastinya saya pun kepengen.

Tetapi, ya realistis juga. Buat apa maruk dan malah kewalahan mengurusi kedua hal ini?

 

Pesan Sponsor :

Saya harap sih hatimu terketuk setelah mendengar sepenggal kisah di atas.

Untuk itu saya mengajak kamu sebagai pembaca wartadana untuk berbagi kisah hidupmu juga.

Jika ada kisah menarik dan inspiratif ataupun kisah perjuangan yang ingin kamu beritahu pada dunia, jangan sungkan untuk melakukannya.

Kamu nggak perlu membangun blog untuk berbagi kisah hidupmu tersebut. Kamu nggak harus melalui proses panjang untuk belajar membangun wadah guna berbagi.

Karena wartadana telah mendedikasikan satu kategori real life stories.

Kategori yang dibuat khusus untuk berbagi kisah inspiratif dari pembacanya, yang sejauh ini baru saya sendiri yang ngisi.

Saya nggak bisa janji akan menerbitkan semua kisahmu di blog ini, tetapi jika memang layak untuk di-share pasti akan dibagikan di wartadana dengan persetujuanmu.

Tapi terlepas dari diterbitkan atau nggak, kamu harus tahu bahwa apapun yang kamu lalui adalah hal besar.

Jadi jangan keter karena merasa kisahmu remeh atau merasa ada orang lain dengan kisah yang lebih fantastis. 

Plus bukankah indah jika hal-hal yang kamu lalui bisa membantu perempuan-perempuan lain di luar sana untuk menambah wawasan?

Sama seperti saat kamu bacain kisah yang relatable, bukankah hatimu lega karena ada orang yang melalui hal yang sama denganmu?

Seenggaknya kalo pun nggak menginspirasi, kamu bisa ngasih tau perempuan-perempuan di luar sana bahwa apa yang terjadi adalah normal dan bukan mutlak salahnya.

Kamu bisa bantu meringankan bebannya melalui kisah yang dibagikan.

Jangan sungkan atau ngerasa malu atau ngerasa nggak enakan untuk bercerita dan email ke alamat  admin@wartadana.com

Kamu bisa berbagi kisah hidupmu apa adanya atau kamu bisa email dengan nama samaran, atau kamu bisa email dengan syarat yang kamu inginkan.

Dan saya sungguh menunggu kisah-kisah dari kamu pembaca wartadana. Setiap pemilik kisah yang terbit akan dapetin saldo gopay sebesar Rp 20 rbu (sebagai traktiran kopi :D)berbagi kisah hidupmu karena ada yang sama dengan kamu

Anyway, checkout page Instagram wartadanablog yang sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.

Juga kunjungi laman twitter wartadanacom dimana saya sering share artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.

Serta jika kamu baru pertama kali sampai di wartadana, silahkan klik sitemap wartadana untuk melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com 

Pekanbaru, 06 Oktober 2019

Siapkah kamu untuk berbagi kisah hidupmu di wartadana? 

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Summary
Berbagi Kisah Hidupmu di Wartadana
Article Name
Berbagi Kisah Hidupmu di Wartadana
Description
Mari berbagi kisah hidupmu di wartadana, untuk menegaskan pada perempuan-perempuan lain di luar sana bahwa kita nggak seorang diri.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *