4 KEAHLIAN SEBAGAI MODAL WIRAUSAHA DARI BEKERJA

Mimpi paling tinggi yang kita miliki sebagai semut pekerja adalah memiliki usaha sendiri, benar nggak?

Ngeliatin si bos yang nyantai dan banyak uang, bikin kita kepengen jadi seperti beliau.

Saya percaya mimpi adalah hal yang penting.

Sehingga saat ngeliatin orang sukses dan kepengen jadi seperti mereka adalah benih-benih mimpi sukses loh.

KEAHLIAN MODAL WIRAUSAHA

sumber : knowyourmeme

Tapi apa sih keahlian modal wirausaha yang kita punya?

Nggak semua orang punya dorongan dan mampu bertanya seperti itu pada dirinya sendiri.

Karena kebanyakan orang senang jadi karyawan yang nggak pusing dan nggak banyak drama.

Cukup ngurusin diri sendiri. Nggak mesti mikirin orang lain yang nggak juga kita suka.

Tapi apapun itu, kita yang ngerti ke depannya mau jadi apa.

Stay as an employee or level up as employer.

Di momen ini saya akan share 4 keahlian modal wirausaha yang kita dapati sewaktu bekerja, 4 keahlian yang bakalan jadi modal kalo satu hari nanti kita banting stir menjadi pengusaha.

 

4 KEAHLIAN MODAL WIRAUSAHA YANG DIDAPAT SEWAKTU BEKERJA

 

Memang akan selalu ada suara minor yang bilang ‘nggak mungkin deh’, ‘mimpi jangan ketinggian’.

Atau ‘berhenti menanamkan khayalan tingkat tinggi di sini’.

Tapi saya percaya, orang yang nggak punya ambisi = mati.

Walopun 99 % ambisi saya nggak jadi nyata, setidaknya saya punya semangat untuk berambisi.

Masa depan itu bukan kita yang atur, tapi kita bisa geser dia untuk ngikutin apa yang kita mau.

Dengan catatan kita benar-benar mau.

KEAHLIAN MODAL WIRAUSAHA

sumber : imgflip.com

Artikel ini ada untuk nyadarin kita bersama, bahwa emang fase kerja ini nyebelin, bosan, penuh emosi buruk dan bla-bla-bla.

Tapi hei, tanpa sadar kita telah menaikkan level diri sendiri dengan 4 keahlian ini.

Percaya deh, setiap keahlian yang kita punya akan terpakai.

Mungkin model aplikasinya berbeda, tapi yang namanya keahlian itu nggak mati.

Jadi, ini dia 4 keahlian yang akan jadi booster saat kita memutuskan jadi wirausaha.

 

1. Adaptasi

Ini adalah salah satu istilah biologi yang paling berguna sepanjang sejarah.

Adaptasi. Kemampuan sesuatu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Adaptasi. Kemampuan kitamenyesuaikan diri dengan lingkungan saat ini.

Apakah adaptasi penting?

Kita sudah tahu jawabannya.

7 fakta tentang gerbang pembayaran nasional

Perubahan nggak akan berubah.

Kalo nggak ngikut dengan cara baru, ya kita akan jalan di tempat dengan cara lama.

Siapa sih dari kita yang nggak pernah baca kisah-kisah dari LinkedIn atau yang dibagikan lewat email atau blast email kantor?

How change effect people who is not ready for them. Ada banyak banget contohnya.

Dan karena kita bekerja di sebuah institusi, maka mengikuti perubahan yang terjadi di institusi tersebut adalah kewajiban.

Sadar atau nggak, semakin fleksibel kita melihat perubahan, akan semakin fleksibel cara otak kita memandang setiap hal.

‘Okay, I need to change. That’s it’

 

Otak akan nganggap mengganti budaya kerja lama atau cara kerja seperti sedang ganti baju. Mudah banget.

Karena untuk tetap bertahan di kantor, tentu saja kita mesti mengikuti perubahan yang ada.

Apalagi kalo kerja di institusi yang hirarkinya bertingkat ke atas, dengan puluhan kepala bagian yang mesti dimengerti.

Kita akan belajar untuk beradaptasi dengan sengak-nya head A, dengan konyolnya head B, dengan galaknya head C, dan begitu seterusnya.

Nggak semua orang bisa beradaptasi.

Makanya akan banyak cerita dari teman atau kenalan kita.

‘Gua nggak tahan kerja di sana. Headnya nyablak banget. Gaji nggak banyak juga, tuntutan selangit.’

Ya itu pilihan mereka.

Tapi kita yang mendengarnya berhak menyimpulkan bahwa ‘orang tersebut nggak mampu beradaptasi.’ Kenapa?

 

Business is always business.

Kita bekerja = kita mencari uang = kita berbisnis.

Kita wirausaha = kita mencari uang = kita berbisnis.

Kalo sudah ngomongin bisnis, nggak ada yang perlu dibawa personal.

 

Seremeh atau sebesar apapun sesuatu, kalo sudah dalam cakupan unyuk nyari uang, nggak lagi dibicarakan dengan paradigma personal.

Bisa gila tau nggak sih, mikir kalo head A nggak pernah setuju dengan kerjaan kita karena dia nggak suka.

Head B selalu puji si Z karena Z cantik.

Atau si head C akan selalu nyinyir karena dia nggak mau saya sukses.

Kita nggak hidup untuk mikirin apa pendapat orang lain tentang kita.

We live this life, for US.

 

Dan beradaptasi dengan mereka adalah trik untuk bertahan hidup.

Semacam cara untuk menjaga agar api babi ngepet tetap nyala.

Siapa yang peduli dengan keberadaan atau opini mereka? Kita beradaptasi dengan mereka bukan untuk menyenangkan mereka.

Kita beradaptasi dengan mereka untuk memastikan tiap bulan gaji itu masuk ke rekening.

Jadi, kalo dapet atasan yang nyebelin banget, dibanding ngomongin hal-hal buruk tentang mereka lebih baik mencoba beradaptasi dengan mereka.

Kalo kita bisa beradaptasi dengan orang-orang yang “sulit”, apalagi dengan orang yang nggak banyak nuntut?

Adaptasi adalah modal luar biasa, yang mungkin sekarang belum kita sadari.

 

2.  Negosiasi

Kita telah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, dengan atasan dan dengan budaya kerja yang ada.

Itu adalah prestasi. Tapi adaptasi saja nggak cukup.

Kita juga mesti negosiasi.

Karena adaptasi itu menyesuaikan diri dengan mereka, sementara negosiasi itu meminta mereka menyesuaikan diri dengan kita.

Dan negosiasi nggak berhenti di sana. Kita selalu butuh negosiasi dalam setiap hal.

Tawar menawar di pasar, meminta pertolongan teman atau yang paling penting adalah negosiasi penghasilan.

Saya percaya semua hal bisa dinegosiasikan.

Saya juga percaya bahwa beberapa orang terlahir jadi negotiator sejati, sementara orang lainnya mesti belajar banyak untuk negosiasi.

Apapun itu, negosiasi adalah keahlian yang sifatnya seperti mata pisau, hanya akan menajam kalo diasah.

Katakanlah kita adalah orang yang mudah disukai, tapi kita nggak pengen mendobrak sesuatu, kita nggak menegosiasikan apapun dalam hidup, apakah kita bisa negosiasi?

Nggak. Karena kita nggak mengerti pentingnya negosiasi.

Dasar negosiasi itu adalah percaya bahwa apa yang kita mau adalah apa yang harus jadi.

Maka, kita berupaya ngasih pandangan, bantahan dan contoh agar orang melihat ‘ide’ yang kita presentasikan.

Saya mau menegaskan di sini, bahwa moral adalah sesuatu yang sulit untuk dibawa dalam dunia kerja.

Karna moral susah banget membaur dalam hidup modern.

Dan walopun yang kita mau itu nggak sesuai dengan etika atau moral, kalo itu menguntungkan kita, maka itu yang kita negosiasikan.

 

Cold. Harsh.

Tapi kalo kita nggak egois, kitalah yang akan menjadi korban keegoisan orang lain.

Makanya saya selalu percaya bahwa kita mesti minta dunia ini menyesuaikan diri dengan kita.

Kan tadi kita sudah adaptasi dengan mereka, maka sekarang kita mau negosiasi agar mereka adaptasi dengan kita.

Itu saja.

Selalu ingat satu hal : Semua orang hanya peduli pada hal-hal yang ngasih dia keuntungan. Jadi kalo kita ngasih manfaat, dia akan ngikutin kita.

Negosiasi adalah mengedepankan manfaat itu agar mau dia ngikutin kita.

Tekniknya yang perlu kita pelajari sesuai dengan diri sendiri.

Karena teknik komunikasi itu nggak baku, tergantung si pengguna.

 

3. Teamwork

Orang yang bisa kerja sendiri adalah orang yang hebat.

Tapi orang yang bisa kerja bareng tim adalah pemenang.

Kenapa?

Karena kita ini makhluk sosial, kita mesti hidup berbarengan dengan yang lain.

Yang artinya kita mesti membaur dengan yang lain tapi bisa tetap menonjol.

Ini perkara yang susah.

Untuk adanya teamwork, kita sudah ngorbanin diri untuk beradaptasi dengan tim dan sudah mencoba negosiasi agar orang mau beradaptasi dengan cara kita.

Banyak hal dikorbankan untuk berada di tim, untuk mendahulukan tim di atas kita.

Tapi justru di sana letak potensinya.

Karena ada banyak orang membaur jadi satu, kita dapetin banyak bantuan. Kita diajarin untuk paham bahwa semua orang ada fungsinya.

Satu ilustrasi yang pernah saya tulis di post sebelumnya :

 

Institusi adalah mesin yang bekerja.

Di dalam mesin ada sparepart kecil, yaitu kita sebagai pekerja.

Agar mesin jalan, sparepart ini dirangkai sesuai dengan fungsinya di mesin tersebut.

Satu sparepart saja hilang, mesin nggak bisa jalan.

Karena fungsinya berkaitan satu sama lain.

 

Percaya atau nggak, dalam proses wirausaha teamwork lebih dibutuhkan.

Karena kita yang punya modal, kita yang tanemin uang di usaha, maka kita juga yang mesti memastikan setiap orang di institusi bekerja sesuai dengan fungsinya alias saling membantu.

Kita mesti memastikan mereka bekerjasama walopun nggak diawasi setiap waktu.

Makanya belakangan perusahaan-perusahaan besar selalu investasi banyak dalam aktivitas team building.

Karena muncul pemahaman bahwa kerjasama, kerja kompak, kerja tim hasilnya lebih cepat daripada kerja individu.

Asalkan setiap komponen tim mengerti fungsi dan tanggungjawabnya.

Fungsi dan tanggungjawab inilah yang jadi dasar teamwork.

Percuma berada di sekitar orang-orang berprestasi kalo mereka hidup dengan ego dan nggak membaur di tim.

 

DINGIN DALAM HATI

Enam manusia terperangkap dalam suatu kebetulan,

dalam udara dingin yang menusuk, masing-masing memiliki sepotong kayu,

atau begitulah katanya.

 

Api unggunnya perlu diberikan kayu lagi,

orang yang pertama mengeraskan hatinya,

karena di antara wajah-wajah yang mengeliling api itu,

Ia lihat satu orang berkulit hitam.

 

Orang berikutnya melihat seseorang yang bukan dari gerejanya,

dan tidak rela memberikan kayunya

 

Yang ketiga duduk dengan pakaian compang-camping,

Ia tutup jaketnya rapat-rapat,

kenapa ia harus mengorbankan kayunya demi menghangatkan orang kaya?

 

Yang kaya duduk diam membayangkan kekayaan yang dimilikinya,

dan bagaimana caranya mempertahankan miliknya

dari orang miskin pemalas itu.

 

Wajah orang berkulit hitam itu mencerminkan hasrat menuntut balas sementara apinya mati,

karena yang ia lihat pada kayunya adalah peluang

untuk menuntut balas terhadap orang berkulit putih.

 

Orang terakhir dalam kelompok yang malang ini tidak mau berbuat apa-apa kecuali ada untungnya,

memberi hanya kepada mereka yang memberi dahulu, adalah prinsipnya.

 

Kayu-kayu mereka, yang mereka pegang erat-erat dalam tangan kaku mereka,

membuktikan dosa manusia

mereka bukan mati akibat udara dingin di luar,

mereka mati karena dingin dalam hati.

Disadur dari buku 7 Habits of Highly Effective Teens by Sean Covey hal 274

 

4. Manipulation

Terdengar kayak trik setan.

But this is totally important.

Nggak ada orang kaya yang nggak me-manipulasi orang lain.

Kamu kira pebisnis hebat di kota-mu, yang kekayaannya luar biasa berdiri di kamar mandi sambil menggosok gigi dan menyesali keputusannya yang telah memanfaatkan begitu banyak orang untuk kepentingannya sendiri?

No way!

Meski seram dan kejam, belajar me-manipulasi orang adalah keahlian yang kita butuhkan.

Manipulasi itu artinya memanfaatkan orang lain, membuat mereka melakukan apa yang kita mau, seakan itu akan memberi keuntungan besar buat mereka, padahal yang untungnya paling luar biasa adalah kita.

Penting nggak keahlian ini? Kamu sudah tahu jawabannya.

Kalo mau jadi bos, kita harus bisa memanipulasi orang-orang yang bekerja sama dengan kita.

Tapi saya nggak berani, saya takut dosa, saya takut karma dan segala macam.

Nggak apa.

Hidup itu pilihan yang kita buat.

Banyak orang juga bisa bertahan hidup tanpa perlu memanipulasi orang lain.

Banyak orang juga bisa bertahan hidup dari keahlian negosiasinya.

Tapi satu hal yang perlu kita sadari bahwa negosiasi merupakan anak tangga, sementara manipulasi adalah lift.

Mau sampai lebih cepat? Ya gunakan peralatan yang tepat.

 

BACA JUGA : THE ART OF ASKING

 

Ingat ya, kalo kita mau, artinya kita mau.

Kita nggak bisa setengah-setengah. Setengah mau, setengah takut.

Setengah khawatir, setengah kepengen.

Hidup nggak jalan kayak gitu.

Dia minta satu suara bulat dari kita.

Kalo mau ya maju.

Nyesal itu nanti di deathbed kita, bukan di usia muda ini.

Karena manipulasi nggak sejelek yang kita bayangkan.

Coba pikir ibu-ibu yang maksain anaknya untuk makan sayur dengan berbagai cara.

Bukankah itu manipulasi?

Tapi apakah itu buruk bagi si anak?

KEAHLIAN MODAL WIRAUSAHA

Nah, manipulasi bekerja dengan cara demikian.

Anak dapat untung karena menjadi sehat.

Orangtua lebih untung lagi karena anaknya sehat sehingga nggak mesti keluar uang buat vitamin atau berobat ke dokter.

 

Pesan Sponsor :

Emang nggak akan semudah waktu saya ngetikin semua ini.

Bla-bla-bla. Simsalabim. Done! Hidup nggak jalan kayak gitu.

Tapi, dengan baca artikel, dengan baca cara orang lain melihat hidup, kita akan dapetin wawasan baru.

Dan setiap wawasan yang datang, selalu berguna.

Percaya deh, di dunia ini nggak ada yang namanya coincidence. Kebetulan itu nggak ada.

Apapun yang bersentuhan dengan hidup, gunanya adalah untuk mempersiapkan KITA. That’s it.

Jadi kenapa saya buat artikel ini? Kenapa mendadak saya ngomongin soal keahlian?

Karena selama setahun ini saya banyak menyaksikan resign-resign yang nggak seharusnya terjadi.

Karena sebagai cewek kita akan selalu pengen lari dari kerjaan yang bikin pusing.

Duh, gua mau resign saja. Duh, gua nggak mau kerja lagi.

But girls, life sometimes can be cruel, very cruel.

Dan bagi saya sendiri lebih baik dia kejam dalam proses kerja, dalam proses bisnis saya, dalam proses saya mencari uang.

Ketimbang hidup keras dan kejam dalam kehidupan personal saya.

DI akhir hari kita mesti bikin keputusan.

Mau belajar sekaligus ngorbanin ego dan segala macam emosi negatif itu?

Atau kita ngikut dalam arus dan nggak belajar apapun?

Yang jelas kalo nggak belajar kita nggak akan punya skill. Sehingga dengan apa kita bisa bertahan hidup?

 

Pekanbaru, 21 Mei 2018 22.10

PS : #girlsliftothergirlsup

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *